SHERLOCK HOLMES - 6 NAPOLEON

Pak Lestrade sedang mengunjungi kami di sore hari. Ia seorang de-tektif dari Scotland Yard (markas polisi London yang terpenting). Holmes sedang berbincang-bincang dengan Lestrade karena ia belajar fakta-fakta yang sangat berguna tentang Scotland Yard. Holmes adalah seorang detektif yang bagus. Dia selalu mendengarkan dengan seksama bila Lestrade mempunyai kasus yang sulit.

Pada suatu sore Lestrade sedang membahas suatu kasus pencurian patung Napoleon Bonaparte kepada Holmes dan Dr.Watson. Tadinya dia menganggap kasus itu kasus sepele karena pelakunya itu dianggap orang gila sehingga dia memberikan tugas itu kepada Dr.Watson. Dr.Watson bingung karena dia hanyalah seorang dokter biasa dan biasanya dia hanya membantu sedikit kasus-kasus yang ditangani oleh Holmes.




Namun Holmes langsung mau menyelesaikan kasus tersebut karena dianggapnya kasus itu tidaklah mudah. Dia mulai menanyakan apa saja kejadian yang telah terjadi kepada Lestrade. Dimulai dari kecurigaanya terhadap pencuri yang mencuri dan memecahkan patung Napoleon Bonaparte yang murah di toko yang terletak di jalan Kensington yaitu toko milik Morse Hudson, namun tak ada seorangpun yang melihat wajahnya. Kasus serupa terjadi lagi di rumah Dokter Bernicott yang mempunyai patung Napoleon yang diletakkan di rumahnya dan yang satunya diletakan di kantornya kedua patung itu hendak diambil pencuri itu kemudian dipecahkan olehnya, Lestrade menduga pelakunya adalah orang yang sama karena Dr.Bernicott membeli patung itu di toko Morse Hudson.
Holmes menganggap kasus ini sangat menarik, ternyata ketiga patung itu sama persis. Dr.Watson berpikir mungkin orang itu sangat benci kepada Napoleon, namun dugaan itu belum tentu benar karena pencuri itu hanya mengambil patung yang berasal dari toko Pak Hudson, padahal patung itu mungkin sangat banyak.
Besoknya Lestrade, Holmes, dan Dr.Watson pergi Kensington. Sete-lah sampai ke tujuan ternyata di sana ada kerumunan orang banyak yang se-dang melihat seorang mayat yang terbunuh di luar rumah Horace Harker, seorang yang bekerja pada sebuah surat kabar. Diduga mayat itu dibunuh oleh pencuri patung Napoleon yang sedang diselidiki oleh Holmes dan yang lain. Di saku mayat itu ditemukan sebuah foto laki-laki yang wajahnya sangat jelek. Di dekatnya ditemukan sebuah pisau kecil.
Holmes menduga kasus itu serupa dengan kasus pencurian patung Napoleon yang sedang diselidikinya, karena dalam pembunuhan yang terjadi di luar rumah Pak Harker itu sebuah patung Napoleon miliknya pecah ber-keping-keping karena perkelahian yang mengakibatkan kematian itu.
Diketahui bahwa patung milik Pak Harker itu berasal dari toko Pak Harding bersaudara di High Street. Ketika kami akan ke sana namun Pak Harding tidak ada di tokonya. Sehingga kami akhirnya pergi ke toko Morse Hudson untuk mencari tahu tentang patung Napoleon yang dijualnya.
Menurut informasi dari Pak Hudson patung itu berasal dari perusahaan Gelder Grup di suatu daerah i London. Kemudian Holmes menanyakan kepadanya siapa orang yang ada di foto itu, ternyata dia adalah Beppo orang Italia yang pernah bekerja di tokonya. Beppo telah meninggalkan tokonya sejak minggu lalu tepatnya dua hari sebelum patung-patung itu pecah.
Kemudian kami pergi ke Gelder Grup untuk menanyakan tentang patung-patung itu. Dulu perusahaan itu menciptakan ratusan patung Napoleon namun tahun ini hanya menciptakan enam. Tiga diantaranya dijual kepada Morse Hudoon dan yang lain dijual ke toko Pak Harding. Patung itu dibuat murah karena dikerjakan oleh para pekerja dari Italia.
Holmes juga telah mengetahui dari orang itu bahwa Beppo adalah orang jahat dan dia pernah bekerja untuknya namun telah pergi. Dia juga pernah dipenjara setahun karena hendak membunuh orang Italia yang juga bekerja di sini.
Kemudian setelah makan kami pergi ke toko Pak Harding untuk bertanya tentang patung-patung itu. Pak Harding mengatakan bahwa patung-patung Napoleon itu telah dijual pada Pak Harker di Kensington, Pak Josiah Brown di Chiswick dan Pak Sandeford di Reading.
Setelah kami kembali, kami menemui Lestrade untuk membicarakan kasus ini lwbih lanjut. Dia telah menemukan identitas mayat itu. Namanya Pietro Venucci seorang pencuri dan sangat berbahaya.
Hari berikutnya Holmes, Dr.Watson, dan Lestrade akan pergi ke Chiswick di rumah Pak Josiah Brown untuk menyelidiki pencuri itu. Akhirnya mereke dapat menangkapnya di rumah Pak Brown dan Pak Brown pun berterima kasih kepada kami begitu juga sebaliknya krn kami sudah saling membantu. Kemudian Lestrade membawa pencuri itu ke Scotland Yard untuk di introgasi.
Esok harinya ketika kami sedang berkumpul datanglah seorang yang membawa tas yang berisi patung Napoleon yang dipesan oleh Holmes. Ternyata dia adalah Pak Sandeford dari Reading. Dia mau menjual patung Napoleon miliknya kepada Holmes seharga 10 poundsterling. Kemudian Holmes meletakkan patung Napoleon yang berwarna putih itu di atas meja dan menutupnya dengan kain putih lalu dia memukulnya dengan tongkatnya. Patung itu akhirnya pecah berkeping-keping.
Holmes sangat senang dengan hal itu karena ternyata di dalam pecahan patung itu terdapat sebuah permata hitam yang berasal dari Borgias. Melihat hal itu Lestrade dan Dr.Watson sangat terkejut.
Kemudian Holmes menjelaskannya bahwa permata itu sangat terkenal di dunia. Permata itu dicuri dari kamar hotel Putri Colonna tanggal 22 Mei tahun lalu. Polisi menduga pencuri permata itu adalah Lucretia Venucci. Namun mereka tidak pernah membuktikannya. Menurutnya kakaknya yang bernama Pietro Venucci telah dibunuh dua malam lalu.
Holmes yakin bahwa permata itu telah dicuri oleh Beppo dan dia bekerja di Gelder Grup membuat patung dan memasukkan permata itu ke dalam patung buatannya.
Setelah Beppo setahun dipenjara dia ingin mencari patung yang di dalamnya tersimpan permata itu. Dan Venucci juga ingin mencarinya sehingga mereka berkelahi dan Venucci terbunuh oleh Beppo.
Namun Beppo belum mengambil patung yang ada di Pak Sandeford karena dia lebih dulu mengambil patung di Chiswick di rumah Pak Brown. Namun saya sudah bersiap-siap menyuruh Pak Brown untuk menjaga rumahnya watu itu dan hal itu berasil. Kemudian saya menyuruh Pak Sandeford untuk menjual patung yang dimilikinya kepada saya. Semua rahasia telah terbongkar Venucci telah diketahui dan Beppo telah tertangkap.
Akhirnya kasus ini selelsai. Lestrade pun sangat kagum dengan cara Sherlock Holmes menyelesaikan kasus ini. Holmes dan Dr.Watson akhirnya pulang dan meniggalkan Lestrade.