Aku, Kamu, Dia.. Part 2
20.50
Diposting oleh Kisworo
Akhirnya aku mencoba memintanya untuk memperlihatkan teman yang disukainya kepadaku sepulang sekolah besok.
“tuh.. Orangnya, yang pake tas jeans warna hijau.. yang rambutnya kaya jambul.. hee..” katanya sambil berbisik menunjukan Arya kepadaku.
“ohh.. itu yang namanya Arya..?? kok cupu banget ya.?? Hahaha... bisa-bisanya Vona suka sama anak cupu kaya dia..?” Gumam ku dalam hati, agar Vona tidak mendengar.
“udah kan..??? dah liat anaknya.?? Yaudah, yuuk kita pulang.” Ujar Vona sambil menarik tasku.
Aku dan Vona memang sudah terbiasa pulang bersama-sama naik sepeda. Di jalan kami banyak bercerita, dan salah satu topik kami adalah Arya.
Satu tahun sudah berlalu, kini aku kelas VIII dan Vona kelas IX. Rossa baru saja menjadi siswa baru di sekolahan kami. Belum lama, Vona patah hati karena mendengar Arya mempunyai kekasih baru yang kelas mereka bersebelahan, nama gadis itu Delly Dramasita. Aku jadi kasihan, Vona baru saja merasakan jatuh cinta, tapi harus patah hati sebelum cintanya bersambut. Padahal, apa bagusnya Delly..? Dia itu cuma cewek centil, bagus dikulit putihnya aja. Enggak lama, mereka berdua putus dan buruknya lagi Delly jadian sama temannya Arya sendiri. Putusnya Arya tentunya menjadi kabar gembira untuk Vona. Karena di sekolah aku sering melihat Arya, ternyata dia manis juga, orangnya baik, ramah juga, sebenarnya enggak jelek si. Aku jadi penasaran, sejak itu aku ingin jadikan dia tambahan temanku. Aku mencoba untuk meminta nomor handphone Arya ke Vona, karena merekakan satu kelas dan mereka juga sering pesan-pesanan. Awalnya Vona mencurigaiku, entah apa yang ada di dalam pikirannya yang penting di dalam pikiranku aku hanya ingin menambahkan Arya ke daftar teman-temanku.
“tapi awas..! Cuma temen lohh..? jangan aneh-aneh ??” omongannya sedikit mengncamku.
“hhaahahaa.. iya, iya tenang saja, aku Cuma pengen nambah temenku aja kok..
Iihh.. jutek banget sii..? cemburu ya..?? hehehe..” jawabku sambil menggodanya.
Kemudian, sejak saat itu aku mencoba untuk bersahabat dengan Arya, dan syukurlah Arya mau jadi temanku. Ternyata memang benar, wajar saja Vona menyukainya. Arya anak yang baik, sholeh, seperti yang pernah kulihatlah. Ternyata Vona sudah dekat dengan Arya, bahkan dengan adik Aryapun mereka sudah saling kenal. Bahkan, lebihnya lagi ternyata Vona dan Arya pernah mengakui isi hatinya masing-masing.
“hey temen-temen, aku sama Arya sudah pernah jujur-jujuran satu sama lain. Ternyata Arya dulu juga sama aku..?? hwaahh... so sweet banget ya..??!!” kata- kata yang keluar da mulutnya sendri dengan ekspresi konyol dan kepolosannya yang dia utarakan saat kami berkumpul di rumah Vona. Kamipun heboh mendengar kabar itu.
“waaww..!! cihuuyy..!! berita bagus niih..!! terus gimana kelanjutannya..?” sahut Yusuf.
“iya.. jadian gak niii...???” akupun ikut menanggapi, sedangkan Rossa dia lebih memilih tersenyum merasakan kegembiraan Vona. Tapi kebetulan Refani tidak ikud kumpul.
“ya gak lahh...!!” jawabnya singkat.
“aduuhh.. Von, Von, kamu ini gimana si..? ada kesempatan kenapa gak jadian langsung aja..?”
“ahh.. payah nii, sini aku yang bilang sama yang namanya Arya itu..” Yusuf semangat bertanya mendengar jawabannya sambil mengabil handphone yang ada di dekat Vona.
“hemm..!! enak ajjah..! ya gak pa pa lah.. lagian aku masih kelas IX kok, masa udah pacar-pacaran..? nanti dimarahi ibu,, hehe..” Vona mengtakan sambil merebut handphonenya.
“hhaduuhh.. ya sudahlah, biar terserah Vona aja..” Rossa pun berbicara.
This entry was posted on October 4, 2009 at 12:14 pm, and is filed under
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar