Tangan masih aku simpan di jaket merah kesayanganku ini, merasakan dinginya udara yang menusuk sampai ketulang dan sendiku. "srek srek srek" beberapa langkah aku meninggalkan tukang ojeg dan bapak-bapak tadi, kepalaku seolah tak mau diam, menengok kekanan kekiri dengan seksama. 
tak terkecuali keatas yang terlihat 2 buah durian mengantung seolah hendak menimpa diriku. 
"ngeeerrrrrrrr! tinn.." suara motor lalu lalang digang tempatku akan menyebrang" 
"gang iki" hatiku bicara dengan sinis. masih kuingat secara detail gang yang mempunya lebar 3 meter dengan aspal memberontak untuk melepaskan diri, dikanan dan kiri terdapat beberapa toko, kalau pagi seperti ini masih tutup. rumahnya kira-kira 400 m masuk kedalam gang. walaupun aku tak pernah sekalipun datang sebagai tamu tapi aku masih ingat betul detail rumah itu. kalau tidak ada renovasi total. 
setiap aku lewat gang ini pasti teringat dan mencoba mengingat detail wajah yang begitu menakutkan bagiku. 
...........