Rrrrrdddd... Rrrrrrdddd... Rrrrrrrddd...
Hp ku bergetar seolah ingin aku tersadar dari tidurku yang lelap, tanpa pikir panjang langsung aku lihat jam yang ada pada Hp ini, 03.20. "Mak.. Mak... Tangi aku masakno lawuh". Drep tidur lagi. Emak memang sering bangun pagi sebelum matahari tersenyum melihat keluarga kami, usianya yang hampir setengah abad tak membuatnya malas untuk menyiapkan barang-barang yang akan ia jual pagi ini.
"Kis, koe ra pan tangi, jare pak poso"
mendengar letupan semangat tadi tak seperti biasanya, aku langsung bangun dan lari kebelakang untuk sekedar cuci muka. "segone di ler a?" perintah emak.
"iyo mak" langsung aku mengambil piring yang masih berjejer rapi dirak ang sudah usang.
wah segone adem. hatiku berbicara sambil mengambil beberapa centong.
"sreng-sreng-sreng" kayaknya telor yang akan disunakan untuk nanti jualan dimasak untuk aku puasa. "ehmm aku harus kuat".
"Endi mak lawuhe". sambil menyodorkan piring.
dalam hatiku pengen langsung tak makan. namun asap yang mengepul dari......