oleh Zia Kholida

 PENDAHULUAN

Agama merupakan hal yang tidak dapat jauh dari kehidupan masyarakat. Agama merupakan objek kajian Psikologi agama yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, khusunya bagi perkembangan jiwa peserta didik yang akan menjadi calon penerus para pembangun negara kita. Lalu, bagaimanakah peran Psikologi agama dalam membentuk psikis tunas bangsa tersebut ?, dan bagaimanakah cara kita sebagai pendidik menerapkan Psikologi agama itu sendiri pada peserta didik, agar tercipta tunas bangsa yang baik?.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pemakalah menyusun makalah yang berjudul Peran Psikologi Agama pada Psikis Peserta didik.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Psikologi Agama
Psikologi agama berasal dari dua kata yaitu Psikologi dan Agama. Psikologi berasal dari bahasa Yunani,psyche (jiwa) logos (ilmu). Jadi, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan.[1] Sedangkan Agama menurut Emile Durkheim adalah suatu sistem kepercayaan beserta praktiknya berkenaan dengan hal-hal yang sakral atau suci yang menyatukan pengikutnya dalam suatu komunitas moral yang disebut umat.
Dari dua pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa pada dasarnya Psikologi dan Agama tidak boleh terpisah antara keduanya agar mempunyai makna satu yaitu cabang dari psikologi yang menelaah kehidupan beragama pada seseorang dan mempelajari seberapa besar pengaruh keyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup umumnya. [2]
Ruang lingkup Psikologi Agama menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat meliputi:
1)     Emosi-emosi diluar kesadaran manusia yang menyertai kehidupan beragama orang biasa (pada umumnya).
2)     Perasaan dan pengalaman seseorang secara individual dengan Tuhannya.
3)     Pengaruh kepercayaan akan adanya kehidupan sesudah mati (akhirat).
4)     Kesadran dan perasaan seseorang terhadap kepercayaan surga neraka serta pahala dosa dalam kehidupan sehari-hari.
5)     Pengaruh penghayatan seseorang terhadap ayat-ayat suci dan kelegaan hati.




B.    Psikologi Peserta Didik (Anak)
            Psikologi peserta didik disini lebih menekankan pengertiannya pada Psikologi anak usia sekolah atau masa kanak-kanak lanjut. Psikologi anak usia sekolah sendiri berasal dari dua frasa yaitu Psikologi dan anak usia sekolah. pengertian psikologi sebagaimana yang diterangkan diatasa, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan.
Sedangkan anak usia sekolah (masa kanak-kanak lanjut) adalah periode ketika anak-anak berusia 6-12 tahun dan dianggap mulai dapat bertanggung jawab atas perilakunya sendiri, dalam hubungannya dengan orangtua mereka, teman sebaya, dan orang lain. Disebut usia sekolah karena sekolah menjadi pengalaman inti anak-anak usia ini, yang menjadi pusat perkembangan fisik, kognisi, dan psikososial.[3]
Jadi Psikologi anak usia sekolah adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa anak-anak pada usia 6-12 tahun dimana sekolah merupakan pengalaman inti mereka setelah keluarga.

C.     Peran Psikologi Agama pada Psikis Peserta Didik
            Agama merupakan tolak ukur benar salahnya suatu hal dalam kehidupan bermasyarakat, karena agama mencakup aspek-aspek moral yang digunakan oleh sebagian manusia untuk mengukur sejauh mana salah benarnya seseorang dalam segala hal.
            Agama digunakan secara luas oleh seluruh masyarakat tidak terkecuali dalam dunia pendidikan, yang dalam hal ini diterapkan pada mental/psikis peserta didik. Sebagai seorang pendidik, sudah menjadi kewajiban kita untuk membentuk psikis peserta didik menjadi manusia yang lebih baik. Memberikan pengetahuan-pengetahuan keagamaan yang tidak atau belum diajarkan dalam keluarga, serta mengaplikasikan, membiasakan, dan menerapkan pengetahuan-pengetahuan yang sudah diajarkan dalam keluarga.
            Agama sangat dibutuhkan dalam pembentukan psikis peserta didik, karena agama merupakan modal dasar hidup peserta didik. Sehingga tercipta keseimbangan dalam kehidupan peserta didik, baik dalam IQ, EQ, maupun SQ.
            Jika kita tinjau dari ruang lingkup Psikologi agama maka Psikologi agama mempunyai objek kajian yang sangat penting penerapannya bagi pembentukan psikis peserta didik. Misal: biasanya seorang anak akan lebih dulu dikenalkan baik buruk suatu hal berhubungan dengan pahala dan dosa, jika kita berbuat baik akan mendapat pahala dan jika sebaliknya akan mendapat dosa. Yang kemudian meluas pada surga dan neraka, jika kita berbuat baik akan masuk surga dan jika berbuaj jahat akan masuk neraka.
            Oleh sebab itu, dibutuhkan metode-metode dalam membimbing peserta didik agar peran Psikologi agama dapat tercapai secara optimal. Dan sebagai pendidik, kita bisa meniru metode-metode yang diterapkan Rasulullah S.A.W dalam mendidik anak(pada khususnya) dan peserta didik(pada umumnya), diantaranya:
1)      Uraian langsung (ceramah)
            Metode ceramah atau kuliah (lecture method) adalah sebuah caa melaksanakan pengajaran yang dilakukan guru secara monolog dan hubungan satu arah (one way communication).[4]
            Imam Tirmidzi meriwayatkan dara Anas r.a. bahwa ia berkata, “Nabi pernahh berkata kepadaku, “Wahai anakku sayang, jika engkau mampu di waktu pagi dan petang hari sementara didalam hatimu tidak terdapat kecurangan (khianat) kepada seorangpun, lakukanlah. Sebab, yang demikian itu adalah bagian dari sunahku. Siapa yang menghidupkan sunahku berarti menghidupkanku, dan siapa yang manghidupkanku kelak ia akan bersamaku dalam surga.”[5]



2)      Dialog (tanya jawab)
            Dialog adalah percakapan silih berganti antar dua pihak atau lebih mengenai suatu topik, dan dengan sengaja diarahkan kepada satu tujuan yang dikehendaki(dalam hal ini oleh guru).[6]
3)      Praktik langsung (demonstrasi)
            Melatih indra anak akan menghasilkan pengetahuan dan ilmu. Jika secara terus-menerus kita melakukan suatu hal yang baik, misal mengucap salam. Maka telinga anak akan sering mendengar dan akan ia analisis menjadi pengetahuan hingga menjadi suatu kebiasaan.




















BAB III
PENUTUP
Demikian makalah ini kami susun, kami menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami sebagai pemakalah tidak menolak diberikan kritik dan saran yang membangun yang insyaallah turut menyempurnakan makalah ini.

























DAFTAR PUSTAKA


Rahmat, Jalaluddin. 2003. Psikologi Agama. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Nuryanti, Lusi. 2008. Psikologi Anak. Klaten: PT Macanan Jaya Cemerlang.

Nasiruddin. 2009. Cerdas ala Rasulullah. Yogyakarta: A+PLUS BOOK.

http://ruanglingkuppsikologiagama.com/





















PERAN PSIKOLOGI AGAMA PADA PESERTA DIDIK

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Agama
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M.Si


Disusun oleh :
Siti Inayah            (2022110031)
Suhairi                 (2022110032)
Zuhrotun Nafi’ah (2022110033)
Kholida Zia          (2022110014)


JURUSAN TARBIYAH PBA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2011







[1] Lusi Nuryanti, Psikologi Anak (Klaten, PT Macana Jaya Cemerlang, 2008) hlm.5

[2] Jalaluddin Rahmat, Psikologi Agama(Bandung; PT Mizan Pustaka, 2003) hlm. 14

[3] Lusi Nuryanti, OpCit. hlm.36

[4] Nasirudin, Cerdas Ala Rasulullah(A+PLUS BOOK; Yogyakarta, 2009) hlm.214

[5] Ibid. Hlm.215

[6] Ibid. Hlm. 221