Disambut senyuman oleh seorang wanita paru baya yang terlihat membawa karung berisi sayuran yang diletakan disamping ia duduk. 
aku hanya tersenyum, begitu yang emak ajarkan kepadaku ketika menyapa seseoarang. aku duduk 3 bangku dibelakang supir, bangku-bangku sudah pada usang seperti sudah tak layak lagi untuk dijadikan tempat duduk 4 penumpang yang naik bus pagi ini. 
ditambah lagi kaca-kaca bus ini seperti habis digunakan untuk perang dijalur gaza, lantai yang kotor sepertinya juga menjadi hiasan bus keluaran 1970 ini. 
"ssssttt" bus berhenti menaikan 1 penumpang lagi, dan duduk disamping ku. 
"sekolah nang kajen po le"lelaki itu mengawali pembicaraan. 
"mboten pak, ak sekolah nang smandung" jawabku sopan. 
"ow, mbebekan po??" sambung dengan cepat. 
"koe bocah sekolah kan kie, mestine pinter ra" puji bapak2 tdi. hatiku langsung berfikir 360 derajad "emang aku pinter yo?" dalam hatiku berperang memikirkan itu. 
"koyo kie le, hpku kan rusak. tulung benekke" pinta bapak-bapak tadi. 
dalam fikirku berkata . .