Riuh suara jangkrik sepertinya tak mau berhenti untuk mengolol - olok diriku, namun aku tak peduli "lebih baik ak sibuk dengan buku kumpulan cerpen yang aku pinjam kamaren saja," begitu kata hatiku bicara. ingat tadi aku baru berpamitan dengan emak membuat hati menjadi lebih segar, yah walaupun dia enggak bales sms ku yang aku tunggu sehabis sahur. hamparan sawah membuat pandanganku jauh kedepan tiada yang menghalagi, terlihat mak indun yang menengok kekanan-kekiri entah apa yang ia cari. 
"wah bus teko, piye kiye?" 
bingung pikiranku, maklum jarak ku dengan sido kokok roda 4 besar itu masih 400 meter lagi. 
"le, melu rag?. mplayu cepet" 
"iyo" sambil lari bak dikejar anjing dalam film holiwud. 
jauh dari sebelah utara terlihat angkutan yang siap menyalip bus itu bak pertandingan naskar. 
dua pohon klesem seperti tahu bagaimana menyambut orang yang terburu-buru. 
"sante le" ujar kernet yang terlihat ramah bagi benakku. 
tanpa pikir panjang dan takut angkutan tadi menyelip bus ini,ak langsung naik dan disambut..