Selasa 22 Agustus 2011

Pertama aku keluar dari rumah buntut ku, hati ini terasa sangat cemas, aku tak tahu apa yang akan aku alami hari ini, mungkin sama akan dengan hari kemarin ya? Tepat habis subuh aku berangkat sekolah, tak lupa aku menyiapkan Al-Quran yang akan aku baca nanti disekolah dan baju muslim yang akan aku gunakan dalam acara Nuzunul Qur’an disekolahku.
            Hampir tiap pagi aku diantar oleh bapaku, dengan motornya yang sudah tua, masih saja  semangat untuk mengantar aku untuk menuntut ilmu, kadang sih aku sedih melihat usia beliau yang sudah lebih dari setengah abad, bapak tak pernah malu untuk diriku, percaya atau enggak, walaupun kadang aku sering dimarahi olehnya, aku sangat menyayani bapak, aku tidak tau apa yang bisa aku lakukan kalau beliu sudah tidak ada lagi. Tidak lupa aku juga berpamitan dengan mae, begitu biasanya aku memanggil ibu, mencium tanganya seolah membuat beban masalah dengan Offset J sedikit berkurang.
            Tidak itu saja dalam perjalanan yang masih lumayan pagi membuat aku sedikit kwatir dengan keadaan bapak yang gampang terkena flu dan masuk angin. Pukul setengah 6 aku tepat sampai didekolah, tau enggak apa yang aku dapati disekolah? Dengan gerbang yang masih terkunci aku mencoba masuk dengan sedikit berteriak dengan penjaga sekolahan yang masih tidur.

=======BERSAMBUNG===============